Warga Kesulitan Air Bersih, Pemkot Ambon Langsung Distribusi

oleh -84 Dilihat
oleh

87News.com,Ambon – Cuaca panas ekstrim sejak Desember tahun lalu hingga Januari 2024 ini sangat berpengaruh pada ketersediaan air bersih pada sejumlah lokasi di kota Ambon.

Keluhan warga akan hal inipun sampai kepada pemerintah Kota Ambon.

Oleh penjabat Wali Kota Ambon, Bodewin Wattimena, keluhan ini langsung di respons. Pimpinan OPD pun bergerak cepat. Melalui koordinasi kilat, distribusi air bersih pun dilakukan.

Hari ini, Sabtu (27/1) masyarakat pada lima lolasi di kota Ambon, yakni Gunung Nona, Farmasi Atas, Wara, Kampung Jawa dan Amahusu kebanjiran air bersih. Dimana pada tiap-tiap lokasi dilayani oleh lima unit mobil tanki yang masing-masing berkapasitas empat ton.

Masyarakat pun menyambut gembira aksi cepat tanggap pemerintah Kota Ambon ini. Warga merasa bersyukur dan juga terharu karena pendistribusian air bersih ini dipantau langsung oleh penjabat Wali Kota Ambin, Bodewin Wattimena.

“Kita tidak menyangka pak Wali Kota turun langsung untuk memantau distribusi. Kami sangat senang pak Wali Kota mau datang ke tempat kami, ” ujar Ima, salah satu warga Kampung Jawa, desa Batu Merah.

Menurutnya, distribusi air bersih oleh PT. DSA ke wilayahnya sangat minim.

“Disini dalam seminggu air jalan 4 sampai 5 hari sekali. Itupun hanya 2 jam. untuk mandi saja kami susah bagaimana dengan mencuci. Air dari DSA tidak bisa untuk minum, ” jalas Ima.

Yang lebih parah terjadi di dusun Wara, desa Hative Kecil. Disini warga benar-benar sangat kesulitan air bersih. yang paling mengejutkan adalah jika turun hujan warga harus menampung air hujan agar bisa dipakai untuk kebutuhan MCK. Sedang jika musim. oanas seperti sekarang ini warga terpaksa membeli air dengan harga Rp. 3.500 per satu jirigen ukuran 5 liter. Sangat miris memang.

“Jika turun hujan kita tampung air di drum dan ember untuk keperluan MCK, ini sangat membantu. Tapi kalau musim panas seperti sekarang ini, kami terpaksa harus membeli. Rp. 3.500 per jirigen ukuran 5 liter, ” ujar La Uda, warga dusun Wara.

Menurut La Uda, jaringan DSA sudah masuk di lokasi mereka, tapi sampai kini air tidak pernah sampai.

“Disini jaringan sudah ada, tapi air tidak ada. Jaringan dari DSA yang di Karpan itu, ” lanjutnya.

Penjabat Wali Kota Ambon, Bodewin Wattimena yang ditemui di lokasi distribusi air bersih di dusun Wara mengatakan, apa yang dilakukan oleh pemerintah Kota Ambon saat ini adalah untuk merespos keluhan warga di musim panas. Keluhan warga ini ada 2 hal, yakni debit air yang menurun dan masalah jaringan air yang tidak terurus dengan baik sehingga berdampak kepada warga.

“Air merupakan kebutuhan dasar semua makluk hidup. Jika air tidak ada maka makluk hidup akan mati. Olehnya itu pemerintah kota harus merespons dan membantu masyarakat, guna mengatasi hal ini, ” terang Wattimena.

Untuk mengatasi masalah air bersih ini lanjut Wattimena, pemerintah Kota Ambon juga menyediakan 2 buah tandon dengan kapasitas 5 ton pada setiap lokasi. Sedang pasokan air akan didistribusi setiap dua hari sekali.(**)

banner 336x280="280"/>

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.