Mitra Parenting Cegah Angka Pertumbuhan Stunting di MBD

87News.com,Ambon – Sebagian besar masyarakat mungkin belum memahami istilah yang disebut stunting. Stunting adalah masalah kurang gizi kronis yang disebabkan oleh kurangnya asupan gizi dalam waktu yang cukup lama, sehingga mengakibatkan gangguan pertumbuhan pada anak yakni tinggi badan anak lebih rendah atau pendek (kerdil) dari standar usianya.

Kondisi tubuh anak yang pendek seringkali dikatakan dengan faktor keturunan (genetik) dari kedua orang tuanya, sehingga banyak masyarakat hanya menerima kondisi ini tanpa berpikir bagaimana cara pencegahannya. Padahal genetika merupakan faktor determinan kesehatan yang paling kecil pengaruhnya bila dibandingkan dengan faktor perilaku, lingkungan (sosial, ekonomi, budaya, politik), dan pelayanan kesehatan.

Stunting merupakan ancaman utama terhadap kualitas manusia Indonesia dan juga ancaman terhadap kemampuan daya saing bangsa. Hal ini dikarenakan anak stunting, bukan hanya terganggu pertumbuhan fisiknya (bertubuh pendek/kerdil) saja, melainkan juga terganggu perkembangan otaknya, yang akan sangat mempengaruhi kemampuan dan prestasi di sekolah, produktivitas dan kreativitas di usia-usia produktif.

Salah satu fokus pemerintah saat ini adalah pencegahan stunting. Upaya ini bertujuan agar anak-anak Indonesia dapat tumbuh dan berkembang secara optimal dan maksimal, dengan disertai kemampuan emosional, sosial, dan fisik yang siap untuk belajar, serta mampu berinovasi dan berkompetisi di tingkat global.

Olehnya itu Pemerintah bersama Tim Penggerak PKK Kabupaten Maluku Barat Daya akan mencanangkan program Mitra Parenting di Kabupaten tersebut yang bertujuan menekan laju angka pertumbuhan stunting di Kabupaten Maluku Barat Daya.

Usai melaksakan rapat secara virtual bersama pimpinan OPD di lingkup Pemkab MBD, seluruh Camat, seluruh Kepala Puskesasmas dan Tim penggerak PKK Kabupaten MBD serta lurah Tiakur, Rely Noach yang juga adalah Ina Parenting Kabupaten MBD kepada delapan7news.com mengatakan, terdapat tiga hal yang harus diperhatikan dalam pencegahan stunting, yakni perbaikan terhadap pola makan, pola asuh, serta perbaikan sanitasi dan akses air bersih.

Dikatakannya, masalah stunting sangat dipengaruhi oleh rendahnya akses terhadap jumlah dan kualitas gizi dalam makanan. Selain itu pola asuh yang kurang baik terutama pada aspek perilaku, terutama pada praktek pemberian makan bagi bayi dan balita. Stunting juga dipengaruhi dengan rendahnya akses terhadap pelayanan kesehatan, termasuk di dalamnya adalah akses sanitasi dan air bersih.

“Pola asuh dan status gizi sangat dipengaruhi oleh pemahaman orang tua (khususnya ibu) dalam mengatur kesehatan dan gizi di keluarganya. Karena itu perlu dilakukannya edukasi agar dapat mengubah perilaku yang bisa mengarahkan pada peningkatan kesehatan gizi ibu dan anaknya, ” jelasnya.(**)

Pos terkait