MBD Peringkat Pertama Realisasi Investasi Tertinggi 2022

87News.com,Ambon – Kabupaten Maluku Barat Daya kembali mencatat prestasi gemilang dalam kancah birokrasi di Provinsi Maluku. Setelah berhasil meraih penilaian laporan keuangan dengan predikat wajar tanpa pengecualian (WTP) sebanyak tiga kali berturut turut, kini giliran Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PM-PTSP) Kabupaten MBD berhasil mencatat prestasi manis.

Walapun terbilang muda, Pemerintah Kabupaten Maluku Barat Daya lewat Dinas PM-PTSP mampu membuat Capaian Realisasi Investasi Tertinggi Provinsi Maluku Tahun 2022, dan menjadi peringkat pertama menyisihkan Kabupaten kota lainnya di Provinsi Maluku.

Penghargaan peringkat pertama capaian realisasi investasi tertinggi se Provinsi Maluku tahun 2022, diterima langsung oleh Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Kabupaten Maluku Barat Daya, Macaria Louhenapessy di Ambon, Rabu (8/3) kemarin.

Macaria Louhenapessy, mengatakan, target investasi untuk Kabupaten MBD tahun 2022 sebesar Rp. 140 milyar, namun mengalami peningkatan hingga melebihi semua kabupaten dan kota lainnya di Provinsi Maluku.

“Dari target 140 milyar di tahun 2022, realisasi investasi meningkat sebesar 684,35% atau Rp. 958.092.160.878. PMDN sebesar Rp. 32.792.741.631 dan PMA sebesar Rp. 925.299.419.631, ” Jelas Louhenapessy.

Louhenapessy menambahkan, realisasi investasi tersebut bersumber dari pelaksanaan proyek pemerintah dan pelaku usaha serta penanaman modal asing baik PT. Batuatua Tembaga Raya, PT. Batutua Kharisma Permai dan PT. Gemala Borneo Utama.

Macaria Louhenapessy bilang, prestasi yang diraih tersebut menjadi pemicu semangat kerja lebih giat lagi sehingga dapat terus dipertahankan pada tahun-tahun mendatang. Bagi stakeholder terkait harus tingkatkan koordinasi dan pelayanan prima sehingga para pelaku usaha atau investor mau berinvestasi di MBD.

‚ÄúPrestasi ini harus menjadi pemacu semangat bagi semua pemangku kepentingan di daerah untuk terus meningkatkan pelayanan dan kinerja sehingga makin banyak pelaku usaha maupun investor yang mau berinventasi di MBD,” pungkas Louhenapessy(**)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *