Kades Werwaru Bakal Terjerat Dana Desa ?

87News.com,Tiakur – Dalam waktu dekat kasus dugaan penyalahgunaan dana desa (DD) Werwaru, Kecamatan Pulau Moa, Kabupaten Maluku Barat Daya akan dinaikan statusnya dari penyelidikan menjadi penyidikan, dengan Kepala Desa Werwaru, Elias Tenggawna sebagai terlapor. Demikian informasi yang berhasil dihimpun delapan7news.com dari lingkup Kejaksaan Negeri MBD, Senin (28/12) yang menyebutkan bahwa, kasus dugaan penyelewengan DD di desa Werwaru telah diekspos secara internal di Kejari MBD.

Sumber tersebut mengatakan, sesuai hasil ekspos kemungkinan besar kasus dugaan penyelewengan dana desa tersebut akan ditingkatkan statusnya ke tahapan penyidikan, dan akan dilakukan penetapan tersangka. Pada tahapan penyelidikan, tim penyidik telah melakukan pemeriksaan terhadap kurang lebih 4 orang saksi.

Mengenai calon tersangka dalam kasus tersebut, sumber ini mengaku selain pelaksana proyek, diduga kuat Kades Werwaru Elias Tenggawna juga akan menjadi tersangka dalam kasus dugaan korupsi DD Werwaru yang diduga merugikan negara ratusan juta rupiah ini.

“Kita tunggu saja kelanjutan kasus ini, yang pasti siapa pun yang terlibat dalam kasus ini tetap tidak akan bisa lolos dari jeratan hukum, “jelas sumber tersebut.

Seperti diberttakan sebelumnya, dari data laporan perwakilan masyarakat desa Werwaru yang dilayangkan ke Kejaksaan Tinggi Maluku menyebutkan, dalam pelaksanaan penggunaan atau pengelolaan dana desa, Kades Werwaru diduga hanya bekerja sama dengan beberapa orang saja antara lain Sekretaris Desa Werwaru saat David Mauday dan kepala Puskesmas Werwaru Victor Malewan.

Hal ini terbukti saat pelaksanaan pembangunan parit di desa Werwaru tahun 2017 senilai Rp.140 juta, dimana pekerjaan tersebut dilakukan oleh David Mauday selaku sekretaris desa. Namun bukannya melakukan pembangunan parit, ternyata David Mauday hanya melakukan rehab pada pekerjaan parit yang telah ada yang dibiayai dari dana PNPM Mandiri pedesaan tahun anggaran 2014.

Bahkan kepada sejumlah warga David Mauday mengaku, bahwa dari proyek tersebut dirinya meraup keuntungan sebesar Rp.100 juta. Dimana uang keuntungan tersebut diduga digunakan David Mauday untuk membeli satu unit mobil truck.

Hal serupa juga terjadi pada pekerjaan jalan desa sepanjang kurang lebih 50 meter pada tahun anggaran 2016-2017 dan pekerjaan rehab balai desa Werwaru. Kedua pekerjaan tersebut dikerjakan oleh Victor Malewan yang menjabat selaku kepala Puskesmas Werwaru. Pekerjaan ini diduga dilakukan asal jadi dan setelah selesai mengerjakan kedua proyek ini, Malewan langsung membeli satu unit mobil pick up.

Pelaksanaan berbagai proyek di desa Werwaru yang menggunakan dana desa yang dikerjakan baik oleh Sekretaris desa Werwaru David Mauday maupun kepala Puskesmas Werwaru Victor Malewan diduga lantaran keduanya sangat dekat dengan Kades Werwaru.

Selain itu juga proyek pemberdayaan masyarakat di desa Werwaru dengan anggaran yang cukup besar hingga kini tidak pernah dilakukan. Begitu juga dengan anggaran yang diperuntukan bagi Bumdes Werwaru senilai Rp.300 juta, hingga kini tidak dirasakan manfaatnya oleh masyarakat desa Werwaru.

Yang lebih parah lagi penggunaan dana desa dan pertanggung jawabannya diduga hanya diketahui oleh Kades Werwaru dan kepala Puskesmas Werwaru saja. Sedangkan masyarakat Werwaru tidak pernah mengetahui penggunaan dan pertanggung jawaban dana desa di desa Werwaru.

Gerah dengan dugaan permainan kotor Kades Werwaru dan antek-anteknya, lima orang perwakilan masyarakat desa Werwaru akan melayangkan laporan dugaan penyelewengan dana desa yang diduga dilakukan oleh Kades Werwaru dan konco konconya ke Kejaksaan Tinggi Maluku. Mereka berharap nantinya Kejati Maluku dapat mengusut tuntas kasus dugaan penyelewengan dana desa yang terjadi di desa mereka itu(**)

Pos terkait