Harga Kebutuhan Pokok Turun Ditengah Cuaca Ekstrim

87News.com,Tiakur – Ditengah tingginya cuaca ektrim yang melanda Kabupaten Maluku Barat Daya, justeru harga sejumlah komoditi bahan pokok di Kota Tiakur, Kabupaten Maluku Barat Daya mulai mengalami penurunan.

Fakta ini muncul berdasarkan laporan perkembangan harga bahan pokok dan bahan penting lainya yang diperoleh Dinas Perindustrian Perdagangan dan Koperasi dan UMKM (Indagkop dan UMKM) MBD per 17 Januari 2022, yang menyebutkan penurunan harga cukup signifikan dibanding harga sebelumnya.

“Ditengah kondisi cuaca ekstrim seperti sekarang ini biasanya akan berdampak pada perubahan harga. Namun kali ini, harga bahan pokok justru mengalami penurunan, termasuk bahan penting lainnya,” ungkap Kadis Perindagkop UMKM Kabupaten MBD, Jeky Untajana.

Dikatakan, penurunan harga tersebut, sangat dipengaruhi oleh kebijakan pemerintah pusat tentang stibilitasi acuan harga pangan, pasca terjadinya lonjakan harga pangan pada awal tahun 2022.

Untajana merincikan penurunan harga terjadi pada beras premium, dari Rp 14.000 per kg menjadi Rp 13.000 per kg. Gula pasir biasa dari Rp 20.000 per kg menjadi Rp 16.000 per kg. Gula kemasan ber merek Kristal dari Rp 25.000 per kg menjadi Rp 18.000 per kg. Kemudian tepung terigu Kompas per Kg turun sebesar Rp 2000 dari Rp 14.000 menjadi Rp 12.000, Segitiga Biru dan Sania juga mengalami penurunan harga dari Rp 12.000 menjadi Rp 11.000 per kg.

Sikatakan, penurunan harga yang paling signifikan terjadi pada minyak goreng. Penurunan harga itu terjadi untuk semua merk minyak goreng. Misalnya, Bimoli 5 liter dari Rp 120.000 menjadi Rp 110.000 atau turun sebesar Rp 10.000, juga untuk ukuran dua liter turun dari Rp 55.000 menjadi Rp 45.000 dan kemasan 1 liter turun dari Rp 25.000 ke Rp 23.000. Selain itu, Levenia Lima liter turun dari Rp 110.000 menjadi Rp 100.000, kemasan 2 liter turun dari Rp 43.000 menjadi Rp 40.000, satu liter turun dari Rp 22.000 menjadi Rp 20.000 dan ukuran 620 ml turun dari Rp 15.000 menjadi Rp 13.000.

Penurunan harga juga terjadi untuk jenis mentega, yakni, merek Blue Band ukuran 200 gram dari Rp 12.000 menjadi Rp 10.000 dan Amanda ukuran yang sama dari Rp 6.000 menjadi Rp 5000. Untuk susu kemasan kaleng juga turun dengan rata-rata penurunan Rp 1000.

Pada bahan penting lainnya, yang mengalami penurunan hanya tejadi pada besi, senk dan paku. namun semen, tripleks dan lainnya tidak mengalami penurunan.

“Standar harga barang di MBD saat ini masih berada pada posisi yang tinggi, mengingat moda trasnportasi yang digunakan untuk pendistribusian barang hanya melalui transportasi laut. Namun dengan penurunan harga saat ini, dapat mempermudah masyarakat dalam memenuhi kebutuhannya,” pungkas Untajana.(**)

Pos terkait