Menipu Warga Sermata, Polisi Tak Bernyali Tangkap Kim Davis Markus

oleh -342 Dilihat
oleh

87News.com,Tiakur – Kim Davis Markus kini tengah menjadi sorotan publik di Maluku Barat Daya belakangan ini karena sosoknya dikenal vokal dalam menyuarakan penegakan hukum dalam beberapa kasus korupsi di MBD sangat menarik perhatian.

Paradoks dari apa yang Ia perjuangkan, yang bersangkutan juga tersandung beberapa kasus pidana yang sedang ditangani oleh Polres MBD. Mulai dari kasus Pencemaran Nama Baik yang dilakukan dengan menggunakan media elektronik, kasus penghinaan dan fitnah, kasus Kekerasan bersama, ternyata ada juga yang tidak diketahui publik yaitu kasus penipuan.

Relative para pejuang anti korupsi lainnya yang dikenal memilki profil yang bersih, tanpa cela, idealis dan tidak memiliki catatan pelanggaran hukum, akan tetapi Kim Davis Markus adalah fenomena yang berbeda atau berbanding terbalik.

Kuasa hukum pelapor, Marnex Salmom, dalam rilisnya menyampaikan kekecewaannya terhadap kinerja penyidik Polres MBD yang menangani kasus ini.

“Sejak dilaporkan pada 12 Oktober 2022, Kim Davis Markus belum juga dipanggil untuk diperiksa dan ditetapkan sebagai Tersangka, ” papar Salmon.

Padahal lanjut Salmon, dalam kasus ini penyidik telah mengantongi alat bukti yang cukup baik keterangan saksi-saksi maupun bukti struk pengiriman uang dan kontruksi kasusnya sangat mudah bagi penyidik untuk menuntaskannya.

Dijelaskan Salmon, Kasus ini bermula dari Terlapor Kim Davids Markus yang menghubungi Pelapor untuk dapat mengirimkan sejumlah uang dengan tujuan untuk membeli beras dari terlapor yang saat itu berada di Jawa Barat dan terlapor akan mengirimkan beras kepada pelapor dan teman-temanya di Sermata, Maluku Barat Daya.

“Namun hal ini ternyata hanya modus belaka, karena uang telah dikirimkan oleh Pelapor kepada terlapor Kim Davids Markus, namun beras yang dijanjikan tak kunjung dikirim oleh terlapor Kim Davids Markus, ” urainya.

Ditambahkan Salmon, pelapor secara persuasif telah berupaya untuk berkomunikasi dengan terlapor namun terlapor tidak memberikan kepastian terhadap kesepakatan mereka.

Akhirnya pelapor menggunakan hak hukumnya sebagai warga negara malaporkan hal ini ke Polres MBD.

Kuasa hukum pelapor, Salmon meminta dengan bukti-bukti yang telah dikantongi penyidik, sesegera mungkin memeriksa dan menetapkan Kim Davis Markus sebagai tersangka dan dilakukan upaya penahanan karena ada kekuatiran yang bersangkutan akan melarikan diri.

“Jangan ada kesan melindungi terlapor karena apabila ada hal seperti itu, langkah hukum juga akan kami lakukan bagi siapa saja termasuk penyidik yang menghalangi klien kami untuk mendaptkan keadilan dan kepastian hukum, ” tegas Salmon.(**)