Maluku Perangi Corona. Pemprov Pesan 1000 Alat Rapid Test dan 500 APD

  • Whatsapp

87news.com,Ambon –Upaya penanggulangan penyebaran Covid – 19 oleh pemerintah Maluku ternyata tidak main-main. Ini terlihat dengan telah dipesannya 1.000 alat untuk melakukan pemeriksaan cepat atau rapid test virus corona yang menyebabkan penyakit Covid-19 di daerah Maluku.  Selain alat rapid test, Pemprov Maluku juga telah memesan 500 Alat Pelindung Diri (APD) yang dibutuhkan untuk dokter dan para medis yang menangani para pasien terduga Covid-19. 

“Kita sudah pesan 1.000 alat rapid test yang akan digunakan untuk mendeteksi penyakit Covid-19, tetapi belum datang alatnya. Mudah-mudahan dalam sehari dua sudah ada. Kita juga sudah pesan sekitar 500 buah APD, tetapi yang baru tiba 30 buah, sisanya dalam waktu dekat sudah dikirimkan, sehingga menjamin keamanan kesehatan para dokter dan tenaga medis yang menangani pasien terduga Covid-19 di Maluku,”Tegas Gubernur Maluku, Murad Ismail di Ambon.

Mantan Komandan Korps Bimob Mabes Polri ini berharap, berbagai langkah penanganan yang sementara dan akan dilakukan secara bersama-sama dengan pemerintah di 11 kabupaten/kota, dapat berdampak positif untuk mengatasi penyebaran virus yang telah menjadi pandemi global tersebut.

Sementara itu, data terkini Covid – 19 yang dirilis Gugus Tugas Pencegahan dan Penanganan Provinsi Maluku, Rabu (25/3) menyebutkan, Orang Dalam Pemantauan (ODP) di Maluku mencapai angka 96 orang, sedang  Pasien Dalam Pengawasan (PDP) bertambah jumlahnya menjadi  4 orang, sedang orang yang positif terinfeksi virus corona tetap berjumlah 1 orang.

Dari data yang diperoleh, jumlah PDP di Kota Ambon bertambah jumlahnya dari 2 menjadi 3 orang, dan Malteng 1 orang. Sedangkan 1 orang yang terbukti positif itu berada di Ambon, dan saat ini sedang di isolasi di RSU Haulussy Ambon.

Jumlah ODP di Maluku tersebar disejumlah kabupaten kota, dengan rinciannya sebagai berikut, Kota Ambon 23 orang, Maluku Tengah 6 orang, Kabupaten SBB 16 orang, SBT 1 orang, Kabupaten Buru 14 orang, Kota Tual 4 orang, KKT 26 orang dan Kepulauan Aru 6 orang.(**)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *