LKPJ-AMJ, Bupati Beberkan dan Target Pemerintah MBD Kedepan

  • Whatsapp

87News.com,Tiakur – Untuk pertama kalinya setelah dilantik sebagai bupati dan wakil bupati Maluku Barat Daya (MBD). Bupati MBD, Benyamin Thomas Noach yang didampingi Wakil Bupati Agustinus Lekwardai Kilykily menyampaikan pidato perdananya pada Laporan Keterangan Pertanggung Jawaban Masa Akhir Jabatan (LKPJ – AMJ) Pemerintah Kabupaten MBD.

Dalam pidato LKPJ – AMJ yang digelar di ruang paripurna DPRD Kabupaten MBD, Jumat (7/5/2021) Bupati Noach mengungkapkan. Perubahan Regulasi berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 13 Tahun 2019 tidak lagi mencantumkan Laporan Keterangan Pertanggungjawaban Akhir Masa Jabatan (LKPJ-AMJ) sebagai bagian dari Laporan dan Evaluasi Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah namun menjadi tanggung jawab pemerintah daerah untuk menyampaikan apa saja yang telah dilakukan dalam periode kepemimpinan yang lalu sebagai bentuk manifestasi tanggung jawab selaku pimpinan daerah dan mandataris rakyat.

Diungkapkannya, Indikator Indeks Pembangunan Manusia selama 5 tahun terakhir lanjut bupati menunjukkan peningkatan walaupun belum signifikan. Di tahun 2016 saat memulai masa periodisasi dengan IPM 59,43 point dan di akhir pemerintahan pada Tahun 2020 IPM kita meningkat menjadi 61,90 point. “Kami menyadari sungguh bahwa IPM Maluku Barat Daya masih berada pada peringkat terakhir di Provinsi Maluku. Hal ini disebabkan karena dari 3 komponen dasar dalam perhitungan IPM Aspek Pendidikan dan Kesehatan masih menjadi Pekerjaan Rumah Besar untuk diselesaikan. Salah satu aspek misalnya soal rata-rata lama sekolah, aspek ini sulit didongkrak secara cepat karena anak-anak kita setelah lulus SMA melanjutkan pendidikan di luar wilayah Kabupaten dan mereka justru menambah peningkatan IPM di wilayah dimana mereka berkuliah,”jelas Noach dalam pidatonya.

Saat ini Pemerintah Daerah telah membuka Kampus PSDKU lewat kerjasama dengan Universitas Pattimura di Tiakur. Dan Pemkab MBD akan terus mendorong sehingga Program ini akan bermuara kepada dibukanya Universitas Negeri di Kabupaten Maluku Barat Daya agar bisa secara signifikan mendorong peningkatan kualitas sumber daya manusia di Kabupaten Maluku Barat Daya.

Indikator Pertumbuhan Ekonomi selama 5 tahun terakhir lanjutnya mampu di pertahankan di kisaran 5-6% per tahun, walaupun di akhir tahun 2020 pertumbuhan ekonomi kita mengalami kontraksi menjadi minus 0,2% akibat pengaruh Pandemi Covid-19 yang melanda seluruh belahan dunia.

“Pertumbuhan ekonomi kita memang masih didominasi oleh belanja sektor publik atau pemerintahan dan mulai secara perlahan akan kita dorong untuk mengarah ke sektor swasta atau privat dengan bertumpu pada peningkatan peran usaha mikro kecil dan menengah, “papar Bupati.

Ditambahkannya Trend peningkatan partisipasi masyarakat dalam pemanfaatan Kredit Usaha Rakyat di sejumlah Institusi Perbankan di wilayah ini menjadi optimisme tersendiri bahwa ke depannya pertumbuhan ekonomi masyarakat akan meningkat.

Angka Kemiskinan dalam 5 tahun terakhir menunjukkan penurunan, walaupun belum signifikan. Dan Maluku Barat Daya masih menjadi wilayah dengan prosentase angka kemiskinan tertinggi di Provinsi Maluku. Di tahun 2016 angka kemiskinan di MBD adalah 31,01 % dan di akhir Tahun 2020 dapat diturunkan ke posisi 29,15%.

“Kami menyadari sungguh bahwa penurunan angka kemiskinan ini belum optimal, oleh karenanya diperlukan lompatan besar dalam upaya penurunan angka kemiskinan ini dan konsen kami ke depan adalah memperbaiki kualitas data penduduk miskin sehingga program-program pemberdayaan bisa tepat sasaran, “papar Bupati

Indikator Inflasi selama 5 tahun terakhir mampu dipertahankan di bawah 2 digit, yaitu berkisar antara 2-5% dan harapan ke depan angka inflasi dapat tekan dengan mendorong konsumsi produk lokal dan mengurangi ketergantungan pasokan komoditi dari luar yang akan mendorong peningkatan angka inflasi.

Untuk indikator Tingkat Pengangguran Terbuka dalam 5 tahun terakhir juga mengalami fluktuasi namun di akhir periodisasi pemerintahan tingkat pengangguran terbuka dapat ditekan di kisaran 4-5%. Ke depan diharapkan peningkatan investasi akan mendorong penurunan tingkat pengangguran terbuka di Kabupaten Maluku Barat Daya.

Indikator Pembangunan Terakhir yang ingin ditampilkan adalah Pertumbuhan PDRB kita atas dasar harga konstan yang terus meningkat dari tahun ke tahun dan mampu kita pertahankan pertumbuhan di angka 5-6% setiap tahunnya. PDRB kita memang masih didominasi oleh Sektor Pertanian dalam Arti Luas (Pertanian Kehutanan, Perkebunan dan Perikanan) sebagai penyumbang PDRB terbesar namun masih berbasis pada pengolahan bahan mentah.

Ke depan pemerintah daerah akan mengupayakan mendorong peningkatan industry pengolahan dan mengolah bahan mentah menjadi bahan setengah jadi sehingga akan mendorong sektor lain bergerak guna peningkatan PDRB.

Selain indikator-indikator pembangunan diatas terdapat sejumlah perkembangan penyelenggaraan pemerintahan yang cukup membanggakan kita sekalian. Selain Pembukaan PSDKU seperti yang telah digambarkan diatas pemerataan infrastruktur dasar di seluruh wilayah juga membawa dampak positif dalam pertumbuhan ekonomi.

Selain itu pencapaian opini WTP dalam proses pengelolaan keuangan daerah yang berdampak pada dikucurkannya Dana Insentif Daerah perlu juga diapresiasi sebagai bagian dari peningkatan tata kelola pemerintahan.
“Kami menyadari sungguh bahwa masih banyak indikator kinerja lain yang belum optimal namun optimisme Pemda MBD ialah bahwa progress pembangunan sudah berada pada jalur yang tepat atau on the track sehingga diperlukan sinergitas bersama, kolaborasi bersama antara Pemerintah Daerah dan DPRD selaku unsur penyelenggara pemerintahan daerah guna mendorong lebih cepat kemajuan daerah ini,”ungkap Noach.

Dikatakannya, tantangan ke depan masih tetap sama yakni kapasitas fiskal yang masih rendah dan tingginya ketergantungan terhadap dana perimbangan pemerintah pusat, konektivitas wilayah yang harus terus didorong lewat pemerataan infrastruktur, peningkatan ekonomi masyarakat, penurunan angka kemiskinan secara cepat, serta peningkatan kualitas dan kuantitas sumber daya manusia.

Tantangan pembangunan Maluku Barat Daya hari ini adalah bagaimana mensejahterakan masyarakat dan keluar dari stigma kemiskinan dan ketertinggalan. Maluku Barat Daya memiliki posisi kewilayahan yang sangat strategis, punya modal sosial yang kuat dalam tradisi dan budaya, punya potensi sumber daya alam yang melimpah, namun juga memiliki keterbatasan infrastruktur dasar dan aksesibilitas antar wilayah untuk mendorong pengembangan ekonomi masyarakat.

Oleh karena itu Bupati bersama Wakil Bupati ingin mengajak seluruh komponen masyarakat Maluku Barat Daya di manapun berada untuk mari bersama-sama kita bersinergi membangun Maluku Barat Daya dengan semua potensi yang kita miliki.

Keterbatasan yang ada jangan dijadikan tembok yang menghalangi langkah, keterbatasan harus dijadikan sebagai motivasi untuk bangkit dan maju ke depan karena hari ini kita ada dalam era kemajuan teknologi yang sangat pesat. Maluku Barat Daya hari ini sudah berada dalam jalur yang tepat untuk maju dan berkembang, tugas kita bersama adalah mendorong kemajuan itu lebih cepat lewat inovasi-inovasi pembangunan, pelayanan publik serta inovasi pemerintahan yang kapabel dengan kemajuan teknologi dan perkembangan ilmu pengetahuan.

Fokus Pemerintah daerah MBD nanti hanyalah bagaimana mendorong peningkatan kualitas pendidikan, kualitas pelayanan kesehatan, mendorong kemandirian ekonomi lokal berbasis potensi sumber daya alam serta mendorong pemerataan infrastruktur dan semua ini akan dimulai dengan memperbaiki basis data pembangunan melalui Program MBD Satu Data.

Ini akan menjadi concern dalam jangka pendek dimana MBD Satu Data ini berbasis pada Data Potensi Desa Yang Terintegrasi mulai dari Data Penduduk, Data Ekonomi Masyarakat, Data Sosial Masyarakat dan Data Sektoral lainnya. Dengan memperbaiki basis data diharapkan program pembangunan bisa lebih tepat sasaran dalam mendorong peningkatan ekonomi dan penurunan angka kemiskinan.

Fokus berikutnya adalah mendorong reformasi birokrasi dengan Program Utama Satu OPD Satu Inovasi. Selain penyederhanaan birokrasi sesuai regulasi peraturan perundang -undangan yang berlaku Inovasi OPD menjadi hal utama yang harus dilaksanakan.

“Kami berkeinginan dalam rentang waktu pemerintahan yang tidak sampai 5 tahun nantinya OPD harus punya Satu atau 2 Inovasi yang fokus dilaksanakan dalam masa pemerintahan kami. Tidak perlu melakukan banyak hal namun fokus dan berhasil dalam inovasi tersebut, “ungkapnya

Fokus selanjutnya adalah memperbaiki kualitas pelayanan dasar yakni pendidikan dan kesehatan. Pemda MBD akan mendorong upaya pemerataan tenaga pendidikan dan kesehatan dan merancang bangun ulang perbaikan pelayanan pendidikan dan kesehatan. Sebagai contoh, pihaknya akan mendorong tenaga kesehatan ke desa-desa yang sulit minimal 1 desa satu tenaga kesehatan guna meningkatkan layanan kesehatan. Dimana tugas utama mereka hanya melayani masyarakat dan kami akan dorong peningkatan pemenuhan obat-obatan secara tepat dan cepat.

Fokus selanjutnya adalah peningkatan ekonomi masyarakat berbasis potensi lokal baik potensi sumber daya alam maupun potensi pariwisata pada setiap Desa. Ini tantangan yang harus diwujudkan oleh Setiap Desa di kabupaten Maluku Barat Daya . Keberhasilan Desa Welora sebagai Desa Wisata Yang Mandiri kiranya bisa diikuti oleh Desa-Desa lainnya dengan memperhatikan potensi sumber daya alam yang dimiliki.

Mendorong kemandirian lokal dalam segala aspek. Dan juga mendorong peningkatan produksi lokal dan pasarnya akan didorong untuk dikonsumsi lokal. Sebagai contoh Pemda akan mendorong peningkatan produksi tenunan dan anyaman, mendorong produksi gula semut atau brown sugar untuk digunakan dan dikonsumsi oleh masyarakat Maluku Barat Daya.

Harapannya produksi akan meningkat dan mengurangi ketergantungan terhadap komoditi dari luar daerah dan pada saatnya nanti kita akan mampu menjadi produsen untuk mensupply kebutuhan logistik di Blok Marsela nantinya. Ini yang akan terus didorong sehingga jiwa wirausaha masyarakat akan tumbuh untuk menjadi wirausaha mandiri.

“Hal-hal ini yang akan kami dorong dan menjadi fokus kami ke depan. Kami tidak harus menjadi orang hebat untuk memulai sesuatu tetapi kami harus memulai dengan hal yang kecil untuk menjadi besar dan meninggalkan legacy bagi anak cucu kami nanti. Mimpi kami hanya sederhana untuk melihat seluruh wilayah di Maluku Barat Daya maju dan berkembang sehingga dapat menjadi rumah yang nyaman bagi semua orang, ” demikian Bupati Noach.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *