KSP Dorong Percepatan Pembangunan Infrastruktur di Maluku Barat Daya

  • Whatsapp

87News.com,Jakarta – Bupati Maluku Barat Daya, Benyamin Thomas Noach, hari ini melakukan pertemuan dengan Deputi I Kepala Staf Kepresidenan Febry Calvin Tetelepta dan Direktur Bandara Kementerian Perhubungan, Nafhan Syahroni. Pertemuan tersebut berlangsung di  Ruang Rapat Utama Kantor Staf Presiden, Senin (19/4).

Dalam pertemuan tersebut dibicarakan pembangunan sejumlah infrastruktur pada tiga lokasi strategis di Kabupaten MBD, yakni pembangunan dan pengembangan bandar udara di Pulau Moa, Pulau Babar, dan Pulau Wetar. Pengembangan dan pembangunan tersebut untuk mendukung potensi perikanan dan pariwisata di Maluku Barat Daya,

“Selain perlunya penambahan bandara di tiga lokasi potensial tersebut, Kabupaten MBD juga sangat memerlukan pembangunan infrastruktur lain seperti pelabuhan, jalan, listrik, dan energi sebagai upaya mendukung pertumbuhan ekonomi, “Jelas Buapti Noach.

Menanggapinya, Kantor Staf Presiden (KSP) merasa perlu untuk mendorong percepatan pembangunan infrastruktur di Kabupaten Maluku Barat Daya.

“Pengembangan bandara tersebut untuk mendukung potensi perikanan dan pariwisata di Maluku Barat Daya, sehingga perlu kita dorong percepatan penyelesaiannya sebelum tahun 2024,”tegas Deputi I KSP, Febry Calvin Tetelepta.

Febry mengatakan, dalam rapat sebelumnya bersama Kepala Balai Pelaksana Jalan Nasional Provinsi Maluku telah dipastikan bahwa jalan di Pulau masela, Pulau Babar, Pulau Leti dan Pulau Lirang akan diprioritaskan untuk tuntas di tahun 2021 ini. KSP juga akan mendorong infrastruktur lainnya agar masyarakat di Kabupaten Maluku Barat Daya dapat memiliki akses transportasi dan energi lebih baik.

Sementara itu, Direktur Bandara Kementerian Perhubungan, Nafhan Syahroni, menjelaskan, Pemda MBD perlu meningkatkan frekuensi penerbangan, sebagai syarat untuk pengembangan bandara di Maluku Barat Daya. Pengembangan bandara Moa terakhir dilakukan pada Tahun 2019 sehingga pesawat ATR-72 sudah bisa mendarat di sana.

Selanjutnya, Pemda harus mempercepat penyusunan Feasibility Study (FS) dari usulan pengembangan bandara tersebut , dan tidak menutup kemungkinan untuk lokasi-lokasi lainnya.

Pertemuan berikut direncanakan akan berlangsung pada 3 Mei 2021 mendatang, dengan agenda untuk memastikan percepatan pembangunan infrastruktur di Kabupaten MBD.(**)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *