Gerakan Tanam Sukun di MBD Dukung Peningkatan Pangan Lokal

oleh -323 Dilihat
oleh

87News.com,Tiakur – Untuk mendukung peningkatan kemandirian pangan daerah melalui pemanfaatan pangan lokal dalam mengantisipasi krisis pangan lokal, TP-PKK Provinsi Maluku bekerjasama dengan Pemerintah Provinsi Maluku dan Pemerintah Daerah Kabupaten Kota se-Provinsi Maluku mencanangkan Aksi Gerakan Penanaman Pohon Sukun serempak di seluruh kabupaten/kota di Provinsi Maluku diselenggarakan secara virtual.

Tujuan kegiatan ini adalah, mendorong konsumsi sukun sebagai bahan pangan lokal utama di Provinsi Maluku, khususnya di Kabupaten Maluku Barat Daya, serta meningkatkan ketersediaan alternatif bahan pangan lokal dalam menghadapi krisis pangan global.

Gerakan Penanaman Pohon Sukun di Kabupaten Maluku Barat Daya dipusatkan di Desa Kaiwatu dengan melibatkan TP. PKK Kabupaten Maluku Barat Daya, guna mengedukasi masyarakat tentang pentingnya sukun sebagai salah komoditi pangan lokal yang unggul. Kegiatan yang dilakukan adalah pelatihan pengolahan pangan berbahan dasar sukun, termasuk produksi biskuit suke (sukun kelor) untuk pencengahan stunting dan pembagian leaflet pengolahan sukun.

Ketua TP-PKK MBD, Rely Noach, dalam kesempatan itu menyampaikan, pemenuhan dan penganekaragaman pangan keluarga merupakan salah satu tugas yang diemban TP-PKK Kabupaten MBD. Peran perempuan dalam menjaga terpenuhinya kebutuhan pangan bagi setiap anggota keluarga dan mewujudkan ketahanan pangan keluarga menjadi sangat penting apalagi ditengah situasi krisis pangan saat ini.

“Ini merupakan wujud tanggungjawab dalam menyediakan pangan lokal, khususnya jagung, sukun, pisang, maupun ubi-ubian, sebagai pangan utama yang beragam, bergizi, seimbang dan aman atau B2SA, agar dapat dikonsumsi seluruh anggota keluarga, “terang Noach.

Sementara itu, Bupati MBD, Benyamin Thomas Noach, mengatakan alasan melakukan aksi ini karena saat ini dunia diperhadapkan dengan ancaman krisis global yang menyebabkan kenaikan harga yang luar biasa. Kondisi krisis global menyebabkan terjadinya inflasi yang cukup tinggi yang berpengaruh langsung pada naiknya harga barang karena keterbatasan produksi sdedang permintaan tinggi sehingga harus dilakukan impor dari luar negeri. Hal itu dapat mengganggu perekonomian negara.

Selain itu lanjut Noach, akibat pengaruh pergeseran gaya hidup masyarakat yang dulunya sering mengkonsumsi pangan lokal seperti jagung, sukun, serta ubi-ubian sekarang bergantung pada konsumsi beras yang diproduksi oleh daerah lain. Berkaca pada kejadian sebelumnya, akibat cuaca yang buruk pengiriman beras menjadi terhambat dan muncul wacana MBD terancam kelaparan, tanpa memikirkan bahwa Maluku Barat Daya memiliki potensi pangan lokal yang sejak dulu dikonsumsi.

“Kebiasaan-kebiasaan kita didaerah makan makanan lokal, itu harus kita ditingkatkan karena pulau sudah siapkan kita makanan, Tuhan berikan kita kehidupan, kita tinggal memanfaatkan, kita tinggal di pulau yang tidak bisa tanam padi, tapi kita makan beras. Kita tinggal di tempat yang akan akan pangan lokal, harusnya makan sagu, sukun, singkong tapi gaya hidup yang berbeda membuat kita harus mengkonsumsi sama dengan daerah lain yang memproduksi beras, “ tegas Noach.

Bupati pun menghimbau masyarakat mengkonsumsi bahan pangan lokal yang telah tersedia di kabupaten dan mengajarkan generasi selanjutnya untuk mengkonsumsi pangan lokal agar tidak bergantung pada bahan pangan dari luar daerah. Bupati harapkan penanaman pohon sukun secara bertahap dapat dilakukan di seluruh desa dalam wilayah Kabupaten Maluku Barat Daya.

Dalam dukungan pencanangan gerakan aksi penanaman pohon sukun ini, dilaksanakan penanaman pohon sukun sebanyak 57 anakan di Pulau Moa dan langsung dilakukan oleh Bupati bersama Forkopimda dan Ketua TP. PKK MBD.(**)

banner 336x280="280"/>

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.