Dukung Vaksinasi Anak, Pemkab MBD, Apresiasi Orang Tua

  • Whatsapp

87News.com,Tiakur – Pemerintah Kabupaten Maluku Barat Daya memberikan apresiasi bagi para orang tua yang mendukung penuh pelaksanaan vaksinasi Covid -19 bagi anak usia 6-11 tahun.

Sekretaris Daerah Kabupaten MBD, Alfonsius Siamiloy menyebutkan, pihaknya saat ini telah melaksanakan sosialisasi vaksinasi anak untuk usia 6 hingga 11 tahun.

“Sosialisasi yang kita lakukan saat ini lebih difokuskan pada vaksinasi anak, kita bangga karena mendapat respon baik oleh orang tua. Hal ini tentu dapat menunjang upaya pemerintah dalam capaian vaksinasi,” ungkap Alfonsius, kepada media ini, Senin (24/11).

Menurutnua, kelompok anak usia 6 hingga 11 tahun masuk pada kelompok usia sekolah. Dengan jalannya program belajar tatap muka, maka vaksin sangat berpengaruh pada jalannya pendidikan di MBD.

Ditambahkan, kelompok usia teraebut lebih sering dihadapkan dengan aktivitas yang berdampak pada kerumunan di lingkungan, yang beresiko menularkan bagi sesama murid dan guru, juga orang tua dan lanjut usia (lansia) sekembalinya anak ke rumah.

“Orang tua jangan ragu membawa anak-anak untuk vaksinasi Covid-19. Karena penyuntikan vaksin untuk anak usia 6-11 tahun telah mendapat izin dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), dan dipastikan aman. Program vaksinasi anak juga untuk mendukung pelaksanaan sekolah tatap muka, agar semakin aman untuk dilakukan,” terangnya.

Siamiloy megatakan, vaksinasi Covid-19 untuk anak, sangat aman dan dapat merangsang kekebalan terhadap Covid-19. Serta mengantisipasi penularan khusus kepada anak, bahkan konvensi hak anak dan Undang-undang (UU) perlindungan anak menyatakan, vaksinasi dapat melindungi anak dari sakit, cedera dan berbagai luka ringan.

Vaksinasi ini dulu dikenal akrab dengan sebutan imunisasi. Dimana tujuannya, untuk mempersiapkan generasi muda yang sehat dan tangguh menghadapi penyakit yang disebabkan oleh virus corona.

“Anak-anak tidak usah takut untuk divaksinasi. Sebab yang dapat memutuskan untuk dapat vaksin atau tidak divaksin, itu hanya dari dokter,” pungkasnya. (**)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *