Buka Rakor Pokjanal Posyandu, Ina Latu Maluku Apresiasi MBD

oleh -195 Dilihat
oleh

87News.com,Tiakur – Kabupaten Maluku Barat Daya (MBD) untuk pertama kalinya menjadi tuan rumah pelaksanaan Rapat Koordinasi Kelompok Kerja Operasional (Rakor Pokjanal) Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu) Tingkat Provinsi Maluku Tahun 2023.

Kegiatan yang digelar pada Selasa, 17 Oktober 2023 di Aula Kodim 1511/Pulau Moa ini dihadiri langsung Gubernur Maluku, Irjen Pol (Purn) Drs. Murad Ismail dan Ketua TP PKK Provinsi Maluku, Widya Pratiwi Murad, Bupati MBD, Benyamin Th. Noach, ST Bersama Ketua TP PKK Kabupaten MBD, Ny. Rely Noach/L bersama Sekretaris Daerah Provinsi Maluku, Ir. Sadali Ie, M.Si, beberapa Pimpinan OPD Lingkup Provinsi Maluku, Forkopimda MBD dan, Pj. Sekretaris Daerah Kabupaten MBD, Drs. Daud Reimialy, pimpinan OPD Lingkup Pemkab MBD serta Instansi Vertikal lainnya.

Bupati MBD, Benyamin Th. Noach, ST dalam sambutannya mengatakan, kegiatan Pokjanal Posyandu ini merupakan salah satu kegiatan sosial untuk mendukung peningkatan kesehatan ibu dan anak.

“Terima kasih atas program pemerintah ini dan kita semua berkewajiban untuk menyukseskannya untuk kemajuan Maluku dan Maluku Barat Daya”, ungkap Bupati.

Ketua TP-PKK Provinsi Maluku, Widya Pratiwi Murad dalam sambutannya menyampaikan kebangganya dan apresiasi kepada Pemkab MBD yang telah berupaya menurunkan angka prevelensi stunting dari 29,6 % di tahun 2021 menjadi 26,7 % di tahun 2022.

“MBD telah bekerja dan berupaya sehingga terjadi penurunan angka prevelensi stunting sesuai data Kementerian Kesehatan RI, hal ini perlu mendapat apresiasi”, ungkapnya.

Dirinya juga mengingatkan, agar semua pihak tidak lengah dalam penanganan stunting karena sesuai arahan Presiden pada tahun 2024 prevalensi stunting tingkat nasional harus turun menjadi 14% dan untuk Provinsi Maluku sebesar 20%.

“Harapan saya hal ini bisa dicapai dan jangan sampai angka stunting ini naik karena itu hal ini sangat perlu diperhatikan untuk mencegah stunting.” ungkapnya.

Selain itu Ina Parenting Maluku ini juga berpesan, agar pemerintah dapat mengoptimalkan peran pokjanal posyandu yang telah terbentuk dengan melakukan koordinasi antar anggota, serta OPD dan seluruh kader TP-PKK agar dapat membentuk jejaring tim pokjanal posyandu sampai ke setiap desa.

Ia juga menyampaikan, perubahan strategi yang dilakukan ini dikarenakan pengetahuan tentang stunting pada kader posyandu sangat kecil.

“Posyandu adalah ujung tombak untuk mengidentifikasi terindikasinya stunting pada anak atau tidak, karena itu diperlukan kader yang mempunyai kelebihan untuk menjelaskan tentang stunting dan pencegahannya.” Lanjutnya

Menutup sambutannya, Widya juga berharap agar rakor ini dapat menghasilkan rencana aksi yang implementatif dan bisa dilaksanakan di tahun ini, sehingga peran posyandu sebagai ujung tombak bisa terbukti.

“Kita harus bersama-sama mendorong percepatan penurunan stunting, sehingga anak-anak ini bisa menjadi generasi brilian dan cerdas yang bisa bersaing di tingkat nasional maupun internasional, dan mudah-mudahan kolaborasi kita semua bisa membawa hasil yang baik untuk penurunan stunting di MBD, tetap semangat perangi stunting di Bumi Kalwedo.” tutupnya.

Di tempat yang sama juga, Gubernur Maluku atas nama Pemerintah Daerah Provinsi Maluku mengucapkan terima kasih dan memberikan apresiasi yang tinggi kepada Bupati MBD yang telah memberikan perhatian besar terhadap pembangunan bidang kesehatan di wilayah ini.

“Posyandu merupakan sarana pelayanan kesehatan berbasis masyarakat yang dikelola dan diselenggarakan dari dan oleh untuk masyarakat, dengan menjadi garda utama pelayanan kesehatan ibu, anak dan balita termasuk pencegahan stunting”, ujar Gubernur.

Ia menyampaikan perlu adanya peningkatan peran kualitas posyandu dalam rangka mendekatkan pelayanan kesehatan melalui pemantauan tumbuh kembang anak kepada masyarakat Maluku khususnya di MBD.

“Yang terpenting kader perlu edukasi dan pelatihan, nanti kita akan panggil tenaga ahli yang bisa menjelaskan apa itu stunting dan cara pencegahannya, agar di tahun 2045 menjadi tahun emas Sumber Daya Manusia”, tutupnya.

Pada kesempatan itu juga, turut diserahkan bantuan 300 paket beras fortifikasi untuk keluarga stunting dan beresiko stunting, bantuan sarana pasca panen hortikultura, bantuan bangsal pasca panen hortikultura, bantuan sarana pengolahan bawang goreng, bantuan ternak kambing 50 ekor, bantuan ternak domba 50 ekor, bantuan ternak kerbau 49 ekor dan bantuan kewirausahaan perempuan.(**)