Berhasil Melakukan Graduasi KPM, David Maudi dan Fouster Aktwalora Diberi Penghargaan

  • Whatsapp

87News.com,Tiakur – Bupati Maluku Barat Daya (MBD), Benyamin Thomas Noach, Jumat (18/10) siang memberikan penghargaan kepada David Maudi, sebagai pendamping yang berhasil dalam melakukan graduasi Keluarga Penerima Manfaat (KPM) secara mandiri sejahtera. Selain itu, penghargaan juga diberikan kepada Fouster Aktwalora, sebagai pendamping yang berhasil dalam melakukan graduasi KPM secara mandiri sejahtera.

Graduasi mandiri yang dimaksud, artinya penerima manfaat atau KPM pada Program Keluarga Harapan (PKH) sudah bisa lepas dari program bantuan sosial yang selama ini diberikan pemerintah. Karena penerima manfaat dinilai telah mandiri secara ekonomi serta tidak lagi memenuhi syarat kondisional sebagai KPM PKH.

Pemberian penghargaan ini dilaksanakan pada acara pembukaan sosialisasi Program Keluarga Harapan (PKH) Kabupaten MBD. Adapun tujuan dari kegiatan sosialisasi PKH ini adalah untuk meningkatkan pemahan dan persamaan persepsi semua pemangku kepentingan pusat dan daerah ,SDM pelaksana PKH dan masyarakat.

Kegiatan yang berlangsung sehari ini diikuti oleh 150 orang peserta yang terdiri terdiri dari Dinas/Badan terkait, TP PKK, Camat sekabupaten MBD, Kepala Seksi Rehabilitasi Sosial, pendamping PKH, tokoh Agama dan Masyarakat serta elemen lainnya.

Bupati MBD, Benyamin Thomas Noach dalam sambutannya mengatakan, walaupun kita mempunyai negara yang kaya, tapi di balik itu masih ada kelompok masyarakat yang miskin. miskinnya orang MBD karena akses yang terbatas sehingga membutuhkan sentuhan pemerintah, baik dari segi kesehatan maupun pendidikan.

“Kita harus ciptakan program-program untuk mensejahterakan rakyat, karena semua yang kita inginkan tidak akan datang dengan sendirinya, namun harus dengan usaha dan kerja keras. Semoga mimpi kita untuk menjadikan Indonesia dan  MBD yang jaya, MBD yang hebat dan MBD yang maju dapat dijawab oleh Tuhan atas segala upaya dan jerih payah kita, “tegas Bupati Noach.

Bupati Noach juga berharap, masyarakat dapat memberi keterangan kepada pedata sesuai dengan keadaan lapangan, seperti memilik hewan ternak atau hasil kebun yang sesuai dengan fakta yang ada, bukan karena budaya rendah hati lalu menyampaikan  data yang tidak valid, karena akan berdampak pada perhitungan data statistik tentang angka kemiskinan di kabupaten MBD.(**)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *